fin.co.id - Prabowo Subianto memecah kebuntuan! Presiden terpilih ini berhasil mendapatkan restu dari para tokoh dan ormas Islam ternama mengenai keputusan besar Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza. Pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (waktu setempat) membuktikan bahwa alasan di balik langkah strategis ini telah dipahami sepenuhnya oleh perwakilan umat Islam Indonesia, memupus potensi perdebatan panas yang mungkin saja muncul.
Para pemimpin ormas Islam dan tokoh Muslim terkemuka Indonesia baru saja keluar dari Istana Kepresidenan dengan senyum di wajah mereka. Mereka baru saja mengikuti pertemuan penting dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang membahas secara mendalam keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP), sebuah badan yang fokus pada perdamaian di Gaza.
Yang mengejutkan, alih-alih timbul gejolak atau perdebatan sengit, pertemuan tersebut justru diwarnai dengan pemahaman yang utuh. Para tokoh Muslim yang hadir mengaku benar-benar mengerti mengapa Prabowo mengambil langkah ini.
Muhadjir Effendy, yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji dan merupakan tokoh senior Muhammadiyah, memberikan testimoni yang sangat meyakinkan. Ia menyatakan bahwa penjelasan Prabowo mengenai Dewan Perdamaian/BoP Gaza sangatlah jelas, bahkan ia bisa memastikan bahwa seratus persen para pemuka agama sangat memahami apa yang dilakukan oleh Presiden terpilih.
“Saya kira 100 persen para pemuka agama sangat memahami yang Beliau (Presiden, red.) lakukan,” ujar Muhadjir dengan tegas saat ditemui awak media seusai acara.
Muhadjir kemudian merinci jalannya dialog. Ia mengungkapkan ada empat perwakilan dari berbagai ormas dan tokoh Muslim yang secara langsung menyampaikan aspirasi, masukan, kritik, dan penilaian mereka kepada Prabowo mengenai keanggotaan Indonesia dalam BoP. Namun, yang menarik, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun perdebatan yang terjadi.
“Enggak ada, enggak ada (perdebatan, red.). Memang ada yang mempertanyakan, dan justru dengan pertanyaan itu Beliau bisa menjelaskan semakin clear (jelas, red.) ya,” jelas Muhadjir, menyoroti efektivitas dialog yang terjadi.
Lebih lanjut, Muhadjir meyakini bahwa seluruh tokoh ormas Islam yang hadir dalam pertemuan tersebut sepenuhnya mendukung pilihan Presiden terpilih ini.
“Sepanjang yang saya pahami begitu. Bahkan, (mereka, red.) memberikan masukan-masukan termasuk penguatan kepada Pak Presiden bagaimana ke depan Beliau bisa betul-betul membawa aspirasi dari Bangsa Indonesia, terutama tetap berpegang teguh kepada Pembukaan Undang-Undang Dasar 45 bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa. Itu yang menjadi concern Beliau (Presiden, red.),” tegas Muhadjir, menggarisbawahi keselarasan visi yang terjalin.
MUI Beri Lampu Hijau
Tak hanya Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara. Ketua Umum MUI, KH M. Anwar Iskandar, menyatakan pihaknya memahami komitmen kuat Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina melalui BoP.
Anwar dengan lugas menegaskan dukungan MUI terhadap keputusan Presiden terpilih membawa Indonesia masuk menjadi anggota BoP, dengan satu syarat krusial: tujuannya harus demi kemaslahatan umat.
“Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja, karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan,” ungkap KH M. Anwar Iskandar, memberikan pernyataan yang sangat berbobot.
Ia menambahkan, berdasarkan apa yang didengarnya langsung dari Presiden terpilih Prabowo, komitmen tersebut sangat jelas tergambar. "Yang kita dengar tadi (dari Presiden Prabowo, red.) adalah komitmen untuk kemaslahatan itu.
Nah, sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak?