Nasional . 04/02/2026, 18:07 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Langkah tersebut mencakup dukungan psikososial, pendampingan berkelanjutan, serta jaminan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan keluarga memperoleh akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan.
Tragedi ini, menurut Atip, harus menjadi refleksi bersama akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian bagi anak-anak, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Ia menekankan peran satuan pendidikan, orang tua, dan lingkungan sekitar dalam membangun komunikasi yang terbuka, sehingga anak merasa aman untuk mengekspresikan kerentanan, didengar, dihargai, dan mendapatkan pendampingan yang layak.
“Setiap anak berhak merasa aman dan diperhatikan, bukan hanya dinilai dari prestasi, tetapi juga dari kondisi emosionalnya,” ujarnya.
Hindari Spekulasi
Di akhir pernyataannya, Kemendikdasmen mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi secara bijak dan menghindari penyebaran spekulasi yang dapat menambah beban psikologis keluarga korban serta komunitas sekolah.
“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi dan menjaga empati, demi melindungi martabat keluarga dan anak-anak yang terdampak,” pungkas Atip.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media