fin.co.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan penggunaan anjing pelacak atau K-9.
Selain mengerahkan K-9, tim SAR juga menyiapkan alat berat untuk membantu proses evakuasi. Alat berat yang sebelumnya ditempatkan di sektor A1 akan dialihkan ke sektor A2, menyusul kondisi lumpur yang semakin tebal di area tersebut.
Bencana longsor ini terjadi di wilayah Desa Pasirlangu dan menyebabkan medan pencarian menjadi cukup berat sehingga memerlukan dukungan peralatan tambahan.
"Sehingga diperlukan alat berat untuk membantu proses pencarian. Selain itu juga hari ini kami memaksimalkan penggunaan K-9," jelas Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo dalam keterangannya Rabu, 4 Febuari 2026.
Di sisi lain, Bramantyo menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung. Ia mengingatkan seluruh anggota Basarnas dan tim SAR gabungan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan, mengingat kondisi tanah di lokasi kejadian masih belum stabil.
"Basarnas melalui Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas menghumbau seluruh personel Basarnas dan Tim gabungan untuk selalu waspada terhadap segala sesuatu yang berpotensi membahayakan keselamatan di lapangan, serta juga agar tetap menjaga kesehatan, dan tidak memaksakan diri untuk melaksanakan," tekan dia.
Ia juga menyarankan agar personel yang mengalami kelelahan atau merasa kondisi fisiknya menurun tidak memaksakan diri dan mengambil waktu istirahat yang cukup sebelum kembali bertugas.
"Disarankan untuk istirahat terlebih dahulu hingga fisik dan mental siap melaksanakan operasi SAR kembali," katanya.
Hingga saat ini, operasi pencarian korban longsor Pasirlangu masih terus berlangsung. Berbagai unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga potensi SAR lainnya, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.
Dimas Rafi/Disway