Nasional . 04/02/2026, 20:06 WIB

PINTU LANGIT TERBUKA, DOA TEMBUS ARSY! Mengapa Rasulullah SAW Memerintahkan AMALAN Ini saat Gerhana Matahari?

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id – Fenomena gerhana matahari bukanlah sekadar peristiwa astronomi biasa bagi umat Islam. Kegelapan yang menyelimuti bumi di siang hari adalah peringatan nyata akan kebesaran Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa saat alam semesta menunjukkan kekuasaan-Nya, itulah waktu terbaik bagi hamba-Nya untuk bersimpuh dan memohon ampunan melalui berbagai amalan strategis.

Berdasarkan literatur klasik Taqriratus Sadidah fil Masailil Mufidah karya Habib Zain, terdapat rangkaian ibadah yang sangat dianjurkan agar fenomena ini membawa keberkahan.

Melaksanakan Sholat Gerhana (Kusuf al-Syams)

Ibadah paling utama saat matahari mulai tertutup adalah melaksanakan sholat sunnah gerhana atau dikenal dengan istilah Kusuf al-Syams.

Berbeda dengan sholat pada umumnya, ibadah ini memiliki keunikan tersendiri dalam tata caranya.

Sholat dua rakaat ini sangat fleksibel. Umat Islam dapat melaksanakannya secara berjamaah di masjid untuk meraih pahala kolektif, atau sendirian di dalam rumah.

Namun perlu diingat, karena gerhana matahari terjadi pada siang hari (nahariyah), bacaan surat dianjurkan untuk tidak dikeraskan (sirr).

“Gerhana matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka sholatlah dan berdoalah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dzikir dan Doa Mustajab

Selama proses gerhana berlangsung, jangan biarkan lisan diam. Inilah momentum di mana frekuensi langit terasa lebih dekat.

Umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak dzikir, bertakbir, dan melangitkan doa-doa terbaik.

Gerhana menjadi pengingat akan hari kiamat dan keterbatasan kuasa manusia. Dengan berdzikir, kita mengakui bahwa hanya Allah SWT yang mampu menggerakkan benda-benda langit dengan presisi sempurna.

Fokuskan doa pada permohonan ampunan, keselamatan dunia dan akhirat, serta perlindungan dari segala marabahaya.

Apabila sholat gerhana dilakukan secara berjamaah, imam atau khatib disunnahkan untuk berdiri menyampaikan khutbah setelah sholat selesai.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com