Polda NTT Terjunkan Tim Psikologi Dampingi Keluarga Bocah SD Bunuh Diri

news.fin.co.id - 04/02/2026, 12:41 WIB

Polda NTT Terjunkan Tim Psikologi Dampingi Keluarga Bocah SD Bunuh Diri

Polda NTT kirim tim psikologi untuk dampingi keluarga siswa SD di Ngada yang nekat bunuh diri. Kapolda Irjen Rudi Darmoko fokus pulihkan mental orang tua korban.Foto:Dok.Net

fin.co.id – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bergerak cepat memberikan perhatian khusus terhadap kasus bunuh diri yang menimpa seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Tak hanya fokus pada penyelidikan, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengirimkan tim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan mental dan penguatan bagi keluarga korban yang tengah terpukul.

Tragedi yang menimpa bocah berinisial YBR tersebut menjadi atensi serius jajaran kepolisian. Kapolda NTT telah menginstruksikan Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino, untuk menemui langsung orang tua korban di kediamannya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keluarga mendapatkan dukungan moril di tengah masa berduka yang mendalam.

"Tim sudah berangkat ke Kabupaten Ngada hari ini untuk memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," ujar Irjen Rudi Darmoko di Kupang, Rabu 4 Februari 2026.

Tim psikologi yang turun ke lapangan terdiri dari para ahli, termasuk Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan beserta jajarannya. Proses konseling dan pendampingan mental ini terjadwal berlangsung sejak Rabu hingga Minggu 8 Februari 2026 di kediaman keluarga korban di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu.

Advertisement

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah TKP, motif tindakan nekat korban diduga kuat karena faktor ekonomi yang memicu kekecewaan mendalam. Korban dilaporkan merasa sedih setelah permintaannya untuk membeli buku tulis dan pulpen tidak bisa terpenuhi karena kondisi ekonomi sang ibu yang sedang sulit.

Irjen Rudi Darmoko menambahkan, meski dugaan awal karena persoalan tersebut, pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini. Kepolisian berharap melalui pendampingan psikologis ini, mental orang tua dan keluarga korban dapat perlahan pulih dari trauma atas peristiwa yang terjadi pada Kamis 29 Januari 2026 lalu tersebut.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID