Prabowo Kumpulkan Mantan Menlu dan Akademisi Bahas Geopolitik Global

news.fin.co.id - 04/02/2026, 15:46 WIB

Prabowo Kumpulkan Mantan Menlu dan Akademisi Bahas Geopolitik Global

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri RI, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, serta kalangan akademisi dan pemikir hubungan internasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Salah satu tokoh yang terlihat hadir adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal. Kepada wartawan, Dino mengaku memiliki kesan tersendiri saat kembali menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan.

"By the way, I miss the place (ngomong-ngomong, aku rindu tempat itu)," kata Dino.

Namun demikian, Dino mengungkapkan dirinya belum mengetahui secara rinci agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut, informasi yang diterimanya hanya tertuang dalam undangan resmi dari Presiden Prabowo.

Advertisement

"Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, including Palestina. Itu saja yang saya tahu," jelas Dino.

Selain Dino Patti Djalal, sejumlah mantan Menteri Luar Negeri RI juga tampak menghadiri pertemuan tersebut. Mereka antara lain Marty Natalegawa yang menjabat Menlu periode 2009–2014, Retno Marsudi yang menjabat pada periode 2014–2024, serta Alwi Shihab yang menjabat sebagai Menlu pada periode 1999–2001.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara khusus mengundang para mantan pejabat diplomasi serta kalangan think tank untuk berdiskusi mengenai berbagai isu strategis global.

"Bapak presiden hari ini menerima para Menlu wakil Menlu juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi. Situasi geopolitik dan lain sebagainya," jelas Arrmanatha.

Pertemuan tersebut disebut menjadi forum tukar pandangan terkait perkembangan geopolitik terkini serta arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID