Pendidikan . 05/02/2026, 19:50 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan lebih dari 21 ribu anak berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS) siap memasuki dunia kerja dan wirausaha pada tahun 2026.
Target ini akan diwujudkan melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)yang menyasar kelompok rentan dan sulit mengakses pendidikan formal.
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah PKK dan PKW Tahun 2026.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menegaskan bahwa pelaksanaan PKK dan PKW tahun 2026 diarahkan pada perluasan akses pendidikan nonformal, khususnya bagi kelompok yang selama ini kurang terlayani.
“Pada tahun 2026, fokus program diarahkan ke wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah pascabencana, serta afirmasi khusus untuk Papua dan wilayah lain dengan kebutuhan khusus,” ujar Yaya di Jakarta.
Ia menambahkan, pendidikan nonformal diharapkan menjadi jembatan nyata untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi anak muda yang terputus dari sistem pendidikan formal.
Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan upaya strategis pemerintah untuk membekali ATS dan masyarakat pengangguran dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.
Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) PKK difokuskan pada peningkatan kesiapan kerja ATS usia 17–25 tahun melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri agar peserta memiliki peluang lebih besar terserap ke dunia kerja.
Sementara itu, PKW ditujukan bagi ATS usia 15–25 tahun dengan tujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mendorong penciptaan lapangan kerja mandiri berbasis potensi lokal.
Kedua program ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan minat, bakat, serta kebutuhan peserta didik di masing-masing daerah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media