fin.co.id - Nama pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali terseret dalam pusaran skandal besar setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis dokumen terbaru milik mendiang pedofilia Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut mengungkap draf email berisi klaim mengejutkan, mulai dari tuduhan infeksi penyakit menular hingga upaya Epstein memfasilitasi pertemuan terlarang sang miliarder dengan sejumlah perempuan.
Dalam laporan terbaru yang disiarkan pada Rabu 4 Februari 2026, Bill Gates menyampaikan penyesalan mendalam dan permohonan maaf secara terbuka melalui wawancara dengan 9News Australia. Gates menegaskan bahwa setiap menit yang ia habiskan bersama Epstein merupakan kesalahan besar dalam hidupnya.
Namun, ia membantah keras isi draf email tahun 2013 yang menyebut dirinya meminta bantuan Epstein untuk mendapatkan obat-obatan guna mengatasi dampak hubungan seksual dengan perempuan asal Rusia.
"Email itu bohong dan tidak pernah dikirim. Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan, tapi jelas dia mencoba menyerang dan memfitnah saya," tegas Gates menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya mencoba menutupi kondisi kesehatannya dari sang istri kala itu.
Di sisi lain, mantan istri Gates, Melinda French Gates, memberikan respons yang sangat emosional. Berbicara kepada NPR, Melinda mengaku bahwa mencuatnya detail-detail baru dalam "Epstein Files" telah membangkitkan trauma dan kenangan menyakitkan selama masa pernikahannya. Ia menegaskan tidak akan memberikan pembelaan bagi mantan suaminya dan meminta publik menuntut jawaban langsung dari Bill Gates.
"Itu adalah pertanyaan untuk mantan suami saya. Mereka perlu menjawab hal-hal itu, bukan saya. Saya sangat lega bisa keluar dari kekacauan ini," ujar Melinda yang resmi bercerai dari Gates pada 2021 lalu.
Pihak perwakilan Bill Gates juga menyatakan bahwa jutaan dokumen yang dirilis tersebut sebenarnya hanya menunjukkan rasa frustrasi Epstein. Menurut mereka, Epstein merasa kecewa karena gagal menjalin hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sengaja merancang skenario untuk menjebak serta mencemarkan nama baik sang filantropis.
Meskipun Gates mengakui pernah beberapa kali makan malam dengan Epstein demi kepentingan penggalangan dana kesehatan global, ia membantah pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein yang dikenal sebagai pusat aktivitas ilegal.