Hukum dan Kriminal . 05/02/2026, 18:32 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Peristiwa ini yang kedua, dan anak tersebut sebelumnya memang sudah dalam pemantauan,” jelasnya.
Dari pendalaman sementara, ditemukan indikasi persoalan keluarga yang memengaruhi kondisi mental pelaku.
Disebutkan bahwa ayah dan kakek pelaku sedang sakit, yang diduga memberi tekanan psikologis.
“Ada keterkaitan antara kondisi keluarga dan psikologis anak yang perlu didalami,” ujar Pipit.
Hal ini menjadi perhatian berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, hingga KPAI.
Meski sempat mencekam, aktivitas belajar di SMPN 3 Sungai Raya kini telah kembali normal.
Namun pendalaman tetap dilakukan, termasuk menelusuri aktivitas pelaku di sekolah dan lingkungan sosialnya.
Karena pelaku masih anak di bawah umur, penanganan kasus tidak semata mengedepankan hukuman.
Polisi menegaskan pendekatan pembinaan menjadi prioritas.
“Penegakan hukum adalah ultimum remedium. Yang terpenting menyelesaikan akar masalah dan melihat apakah anak ini masih bisa dibina,” tegas Kapolda.
Kasus ini menjadi peringatan serius tentang bahaya paparan konten ekstrem pada remaja.
Pengaruh komunitas digital, kondisi keluarga, serta kesehatan mental anak dinilai saling berkaitan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media