BPBD Pacitan Catat 5 Gempa Susulan: Satu Rumah Ambruk Parah, Puluhan Bangunan Lainnya Retak

news.fin.co.id - 06/02/2026, 08:23 WIB

BPBD Pacitan Catat 5 Gempa Susulan: Satu Rumah Ambruk Parah, Puluhan Bangunan Lainnya Retak

Satu rumah ambruk dan puluhan lainnya rusak di Bantul hingga Sleman akibat gempa guncang Pacitan dini hari tadi, Jumat 6 Februari 2026.Foto:Tangkapan layar IG@pacitanku.

fin.co.id – Dampak gempa bumi tektonik Magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat 6 Februari 2026 dini hari kian nyata. Laporan terbaru menyebutkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk satu unit rumah warga yang dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengonfirmasi bahwa kerusakan paling signifikan berada di wilayah Pacitan.

"Satu rumah tercatat rusak berat atau ambruk," ujar Daryono dalam keterangan resminya.

Selain bangunan yang roboh, guncangan ini juga memicu kerusakan di beberapa wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Advertisement

Hingga pukul 08.00 WIB, pendataan dampak gempa terus meluas. Di Kabupaten Bantul, tercatat sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan ringan dengan kondisi dinding retak hingga plafon ambrol. Sementara itu, wilayah Wonogiri dan Sleman melaporkan kerusakan berupa genteng rumah yang rontok akibat getaran tajam gempa dangkal tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menjelaskan bahwa tim lapangan masih menyisir area terdampak, termasuk di Kelurahan Kebon Ploso yang menjadi salah satu titik kerusakan bangunan.

"Kami mencatat sudah terjadi lima kali gempa susulan pasca gempa utama pukul 01.06 WIB," kata Erwin.

Meskipun guncangan memicu kepanikan luar biasa bagi masyarakat pesisir, situasi keamanan di pantai teluk Pacitan terpantau kondusif. Anggota Bhabinkamtibmas, Aiptu Gatot, yang memantau langsung kondisi pesisir memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda air laut surut yang menjadi ciri awal tsunami.

"Alhamdulillah, pantauan kami di pesisir menunjukkan air laut normal dan tidak ada potensi tsunami. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada," tutur Gatot saat memantau keamanan di area pantai.

BMKG merilis bahwa pusat gempa yang berada di kedalaman 10 kilometer ini memang memicu serangkaian aktivitas gempa susulan (aftershocks). Meski magnitudo gempa susulan cenderung mengecil, masyarakat diminta untuk tidak menempati bangunan yang strukturnya sudah retak atau tidak stabil.

Pihak berwenang mengingatkan warga agar tetap memantau informasi resmi dari kanal BMKG dan BPBD. Hingga saat ini, proses asessemen terus berjalan untuk memastikan bantuan dapat segera tersalurkan kepada warga yang huniannya mengalami kerusakan berat maupun ringan.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID