Dibayangi Ancaman Konfrontasi, Iran dan AS Gelar Negosiasi Nuklir di Oman

news.fin.co.id - 06/02/2026, 21:59 WIB

Dibayangi Ancaman Konfrontasi, Iran dan AS Gelar Negosiasi Nuklir di Oman

fin.co.id - Iran dan Amerika Serikat (AS) memulai negosiasi penting melalui mediasi Oman pada Jumat, 6 Februari 2026. Iran dan AS mencoba mengatasi perbedaan tajam mengenai program nuklir Teheran.

Di sisi lain, perselisihan mengenai perluasan agenda pembicaraan berisiko menggagalkan diplomasi dan memicu konflik Timur Tengah lainnya.

Iran mengatakan, pihaknya ingin Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi dan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff hanya membahas masalah nuklir di Muscat.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters, bahwa pembicaraan belum secara resmi dimulai, meskipun tuntutan Iran telah disampaikan kepada AS melalui Oman.

Advertisement

Pejabat tersebut mengatakan, negosiasi tidak langsung "mungkin" akan dimulai setelah pertemuan antara negosiator utama AS dan Menteri Luar Negeri Oman.

Pembicaraan Iran-AS sebelumnya telah mengadopsi pendekatan diplomasi ulang-alik.

Meskipun kedua belah pihak telah mengisyaratkan kesediaan untuk menghidupkan kembali diplomasi atas perselisihan nuklir Teheran yang telah berlangsung lama dengan Barat, namun AS menginginkan lebih.

"Washington ingin memperluas pembicaraan untuk juga mencakup rudal balistik Iran, dukungan untuk kelompok bersenjata di sekitar kawasan, dan "perlakuan terhadap rakyat mereka sendiri," kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pertengahan pekan ini.

Sebuah sumber diplomatik Iran mengatakan kepada Reuters, bahwa "kehadiran CENTCOM (Komando Pusat AS) atau pejabat militer regional mana pun dalam pembicaraan dapat membahayakan proses pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS di Oman tersebut.

Kekuatan dunia dan negara-negara regional khawatir kegagalan negosiasi akan menyebabkan konflik lain antara AS dan Iran yang dapat meluas ke seluruh wilayah kaya minyak tersebut.

Sekutu kuat Iran, Rusia mengaku berharap negosiasi akan membuahkan hasil dan mengarah pada de-eskalasi. Mereka mendesak semua pihak untuk menunjukkan pengekangan sementara itu.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID