Gempa Kuat Dini Hari Guncang Pacitan Terasa hingga Jogja, Pakar Ingatkan Potensi Megathrust?

news.fin.co.id - 06/02/2026, 07:36 WIB

Gempa Kuat Dini Hari Guncang Pacitan Terasa hingga Jogja, Pakar Ingatkan Potensi Megathrust?

Gempa M 6,4 guncang Pacitan 6 Februari 2026 dini hari sebabkan rumah runtuh dan kepanikan warga di Jogja.Foto:IG@bmkg

fin.co.id – Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat 6 Februari 2026 dini hari pukul 01.06 WIB. Guncangan kuat ini mengakibatkan sejumlah bangunan di Pacitan dilaporkan mengalami kerusakan serius dan memicu kepanikan warga hingga ke wilayah Yogyakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pusat gempa berada di laut, tepatnya 89 kilometer tenggara Pacitan. Dengan kedalaman yang sangat dangkal yaitu 10 kilometer, getaran gempa terasa tajam dan meluas di daratan. Meski berkekuatan cukup besar, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Kerusakan Bangunan di Pacitan

Laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menunjukkan dampak kerusakan yang nyata di beberapa titik. Di Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, satu unit rumah warga dilaporkan runtuh pada bagian dindingnya. Kerusakan serupa juga terjadi di Desa Kembang serta wilayah Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari.

Advertisement

Pihak BPBD saat ini masih terus melakukan monitoring dan asessemen di lapangan untuk mendata kerugian material secara menyeluruh. Pengumuman data final kerusakan infrastruktur dan hunian warga akan segera dilakukan setelah proses verifikasi tim di lapangan selesai.

Kepanikan di Yogyakarta

Warga di wilayah Bantul dan Kota Yogyakarta mengaku terperanjat dari tidur mereka saat gempa terjadi. Getaran yang dirasakan membuat perabotan rumah tangga hingga tempat tidur bergoyang hebat, memaksa warga berlarian keluar rumah demi menyelamatkan diri.

"Guncangannya sangat terasa, plafon rumah sampai berbunyi semua sehingga saya langsung lari keluar kamar," ujar salah satu warga di Yogyakarta menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Ketakutan akan adanya gempa susulan membuat banyak warga memilih bertahan di luar rumah selama beberapa waktu.

Mengingatkan Potensi Megathrust

Peristiwa gempa dangkal ini kembali menyalakan alarm kewaspadaan terkait zona Megathrust Jawa Selatan. Secara geologi, posisi Pacitan hingga Yogyakarta memang berada di jalur subduksi aktif, yakni pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang memiliki potensi akumulasi energi besar.

Para pakar geologi menekankan bahwa frekuensi gempa di wilayah ini merupakan sinyal penting bagi penguatan mitigasi bencana mandiri. Walaupun gempa M 6,4 ini belum masuk dalam kategori megathrust yang destruktif, masyarakat diimbau tetap tenang dan memastikan konstruksi bangunan tempat tinggal mereka cukup kokoh. BMKG meminta warga untuk tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengikuti arahan resmi pemerintah.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID