fin.co.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menghadirkan terobosan di dunia pendidikan tinggi Indonesia.
Kampus teknik ternama ini resmi menawarkan program percepatan jenjang pendidikan dari Sarjana (S1) hingga Magister (S2) yang bisa ditempuh hanya dalam 10 semester.
Program ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Irwan Meilano, yang menyebut kebijakan tersebut mulai berlaku untuk mahasiswa angkatan 2025 dan 2026.
“Mahasiswa ketika diterima di ITB bisa langsung memilih program itu, nanti bisa daftar ulang lagi di semester 3 atau 5,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Artinya, sejak awal kuliah mahasiswa sudah bisa merencanakan jalur percepatan akademiknya.
Menariknya, keputusan mengikuti program S1–S2 tidak harus final sejak awal masuk kuliah.
Mahasiswa masih diberi waktu mempertimbangkan hingga:
-
Semester 3, atau
-
Semester 5
Pada tahap daftar ulang tersebut, mahasiswa dapat menentukan apakah akan melanjutkan ke jalur S1–S2 atau tetap di jalur reguler.
Bila memutuskan tidak ikut, masa studi tetap normal:
-
S1 reguler: 8 semester
Total SKS Tetap Sama, Bukan Dipangkas
Meski durasi studi dipercepat menjadi 10 semester untuk dua jenjang sekaligus, jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) tidak dikurangi.