fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang memperluas jangkauan akses pendidikan dasar dengan kembali menggulirkan program sekolah gratis pada tahun anggaran 2026. Fokus utama kali ini menyasar puluhan ribu siswa di sekolah swasta guna memastikan hambatan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak untuk mengenyam pendidikan.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menunjukkan, kuota penerima program sekolah gratis tahun ini mencapai 41.663 siswa. Jumlah tersebut mencakup 11.657 siswa pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 30.006 siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Untuk menopang kebijakan ini, Pemkab Tangerang mengucurkan anggaran sebesar Rp 68 miliar. Dari total tersebut, Rp 13,9 miliar dialokasikan untuk jenjang SD, sementara porsi terbesar senilai Rp 54 miliar diperuntukkan bagi jenjang SMP.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilli Windu Rezeki Sugandhi, menyatakan bahwa penambahan anggaran ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah dalam menjawab kegelisahan masyarakat terkait biaya pendidikan di sekolah swasta.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terhambat sekolah hanya karena faktor ekonomi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan pemerintah hadir agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Dilli dalam keterangannya di Tangerang, Jumat (6/2/2026).
Menekan Angka Putus Sekolah
Kebijakan ini diambil bukan sekadar sebagai bantuan finansial sesaat. Lebih dari itu, subsidi penuh ini diproyeksikan mampu mendongkrak Angka Partisipasi Sekolah (APS) sekaligus menekan angka putus sekolah secara signifikan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Pemerintah berharap, lewat program ini, sekolah swasta dapat menjadi pilihan yang setara dan terjangkau bagi masyarakat, sebagaimana sekolah negeri. Hal ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
"Hak atas pendidikan yang layak adalah milik semua anak. Dengan kemudahan akses ini, kami optimis pemerataan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan swasta dapat segera terwujud," tambah Dilli.
Melalui langkah strategis tersebut, Kabupaten Tangerang berupaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, di mana kualitas sekolah tidak lagi dibatasi oleh status kepemilikan lembaga, melainkan pada semangat mencerdaskan kehidupan bangsa.