Nasional . 07/02/2026, 11:13 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Pusat gempa terletak di koordinat 8,94° Lintang Selatan dan 111,43° Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan di wilayah laut selatan Jawa.
Gempa memiliki kedalaman 58 kilometer dan termasuk gempa dangkal, sehingga guncangannya terasa luas hingga Bantul, Sleman, serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
BMKG memastikan gempa Pacitan terjadi akibat pergerakan naik atau thrust fault, yang merupakan ciri khas zona subduksi megathrust selatan Jawa.
“Gempa ini jenis gempa megathrust, tergambar dari mekanisme pergerakan naik dengan kedalaman dangkal,” papar Daryono.
Wilayah Pacitan memang berada tepat di hadapan zona megathrust Jawa, salah satu sumber gempa besar paling aktif di Indonesia.
BMKG menegaskan hingga saat ini tidak ada potensi tsunami dari rangkaian gempa Pacitan. Masyarakat di wilayah selatan Jawa diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.
Warga juga diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan agar masyarakat selalu mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya pada isu atau hoaks.
Peristiwa ini kembali mengingatkan wilayah selatan Jawa, termasuk Pacitan, merupakan kawasan dengan aktivitas tektonik yang tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media