Washington Desak Kesepakatan Nuklir Tiga Pihak: AS, Rusia, dan China

news.fin.co.id - 07/02/2026, 12:09 WIB

Washington Desak Kesepakatan Nuklir Tiga Pihak: AS, Rusia, dan China

fin.co.id - Amerika Serikat mendesak digelarnya pembicaraan tiga pihak dengan Rusia dan China untuk menetapkan batasan baru pada senjata nuklir, Jumat, 6 Februari 2026.

Desakan ini dimunculkan AS, setelah perjanjian terakhir antara kekuatan nuklir utama Washington dan Moskow berakhir.

China telah menolak untuk bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata “pada tahap ini,” sementara Rusia menyarankan negara-negara bersenjata nuklir lainnya, seperti Inggris dan Prancis harus dilibatkan.

“Pengendalian senjata tidak lagi dapat menjadi masalah bilateral antara Amerika Serikat dan Rusia,” tulis Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio dalam sebuah esai daring.

Advertisement

“Negara-negara lain memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan stabilitas strategis, tidak ada yang lebih penting daripada China," lanjutnya.

Menurut Rubio, AS akan “bernegosiasi dari posisi yang kuat".

“Rusia dan China tidak boleh mengharapkan Amerika Serikat untuk diam saja, sementara mereka menghindari kewajiban mereka dan memperluas kekuatan nuklir mereka,” ungkap Rubio.

“Kita akan mempertahankan penangkal nuklir yang kuat, kredibel, dan modern. Tetapi, kita akan melakukannya sambil mengejar semua jalan untuk memenuhi keinginan tulus presiden untuk dunia dengan lebih sedikit senjata mengerikan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Thomas DiNanno, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata, mempresentasikan rencana baru kepada Konferensi Perlucutan Senjata PBB.

Ia menyebut bahwa perjanjian New START yang berakhir pada hari Kamis memiliki “kekurangan mendasar.”

“Pelanggaran Rusia yang berulang, pertumbuhan persediaan senjata nuklir di seluruh dunia, dan kekurangan dalam desain dan implementasi Perjanjian New START memberi Amerika Serikat keharusan yang jelas untuk menyerukan arsitektur baru yang mengatasi ancaman saat ini, bukan ancaman dari era yang telah berlalu,” katanya dalam pertemuan PBB di Jenewa.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID