Ekonomi . 08/02/2026, 20:23 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Kedua, penguatan daya saing internasional. Terutama di sektor krusial seperti bandara dan pelabuhan, Indonesia harus mampu bersaing ketat dengan negara-negara tetangga. Struktur yang terintegrasi akan memberikan keunggulan kompetitif.
Ketiga, transparansi dan akuntabilitas yang meningkat. Struktur yang lebih sederhana akan memudahkan proses pengawasan dan pengendalian aset negara. Ini memastikan aset-aset vital tetap berorientasi pada kepentingan publik.
Terakhir, optimalisasi aset. Selama ini aset-aset BUMN mungkin tersebar di berbagai entitas kecil. Dengan konsolidasi, pengelolaan aset menjadi lebih strategis dan terpusat, memaksimalkan potensi yang ada.
Meskipun sangat mendorong konsolidasi skala besar, Sofyano mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati. Proses merger ini tidak boleh sampai mengabaikan hak-hak tenaga kerja. Kajian yang mendalam mutlak diperlukan agar transisi berjalan secara transparan dan adil bagi semua pihak. Keberanian mengambil keputusan memang penting agar BUMN Indonesia tidak terjebak dalam struktur yang lamban dan ketinggalan zaman.
Ia juga menegaskan peran penting Danantara. Lembaga ini harus menjadi motor penggerak reformasi struktural, bukan hanya sebagai pengelola investasi pasif. Dengan kepemimpinan yang kuat, reformasi ini akan menjadikan BUMN sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang kompetitif di tingkat global.
Struktur usaha yang efisien dan terintegrasi adalah pondasi utama agar BUMN dapat bersaing di panggung dunia. Kesuksesan merger subholding Pertamina membuktikan bahwa penyatuan visi melalui konsolidasi adalah langkah progresif yang sangat penting untuk masa depan energi dan ekonomi Indonesia. Langkah ini akan membawa manfaat besar bagi seluruh masyarakat.
“Jika kita menginginkan BUMN yang kuat dan mampu bersaing secara global, maka struktur usahanya harus efisien dan terintegrasi. Keberhasilan merger di Pertamina seharusnya menjadi contoh nyata bahwa konsolidasi adalah sebuah kemajuan besar, bukan sebuah ancaman,” tutup Sofyano. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media