fin.co.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i turut memeriahkan Tarhib Ramadan 1447 H yang dikemas dalam bentuk funwalk di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menegaskan bahwa menyambut Ramadan dengan rasa gembira merupakan bagian dari ibadah. Menurutnya, Ramadan tidak hanya identik dengan peningkatan ibadah, rahmat, dan ampunan, tetapi juga membawa nilai kesehatan dan kebersamaan.
“Kita bersyukur hari ini menunjukkan kegembiraan menyambut Ramadan. Kegembiraan menyambut Ramadan itu ibadah, karena akan dibalas dengan rahmat dan ampunan dosa,” ujar Romo Syafi’i.
Ia menjelaskan, kegiatan Tarhib Ramadan menjadi latihan awal untuk membangun semangat menjalani bulan suci, termasuk menjaga kebugaran fisik. Funwalk yang digelar dinilai sejalan dengan pesan Rasulullah SAW tentang manfaat puasa bagi kesehatan.
“Rasulullah saw. mengatakan, ‘Puasalah kamu agar kamu sehat’. Maka target yang kita dapatkan dari Allah dengan berpuasa adalah kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Romo, persiapan menyambut Ramadan tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mencakup kesiapan fisik dan mental agar ibadah dapat dijalani secara optimal. Karena itu, kegiatan seperti Tarhib Ramadan menjadi sarana membangun kebiasaan positif sejak awal.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Ramadan sarat dengan semangat kebersamaan sosial. Tradisi buka puasa bersama, sahur bersama, hingga kewajiban zakat menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas antar sesama.
“Ramadan itu mengusung semangat kebersamaan. Semua itu adalah pengejawantahan dari semangat kebersamaan yang menyertai bulan Ramadan,” jelasnya.
Romo menambahkan, semangat kebersamaan tersebut pada akhirnya akan memperkuat persatuan bangsa. Ia menilai persatuan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.
“Semangat kebersamaan itu pada akhirnya akan memperkuat persatuan. Persatuan ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan, di bidang apa pun,” tegasnya.
Wamenag berharap Tarhib Ramadan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar dimaknai sebagai pengingat untuk menjalani Ramadan dengan kesadaran, keikhlasan, serta kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meneguhkan nilai kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Moh Purwadi/ Disway