Buntut Pelajar Tewas Akibat Jalan Berlubang, Pramono Perintahkan Perbaikan Darurat Tanpa Tunggu Hujan Reda

news.fin.co.id - 09/02/2026, 14:17 WIB

Buntut Pelajar Tewas Akibat Jalan Berlubang, Pramono Perintahkan Perbaikan Darurat Tanpa Tunggu Hujan Reda

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Foto: Cahyono

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk segera menuntaskan perbaikan jalan berlubang di berbagai titik Ibu Kota. Ia menegaskan, langkah perbaikan tidak boleh ditunda hingga musim kemarau.

Kerusakan aspal di sejumlah ruas jalan diketahui semakin parah setelah banjir melanda Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Perhatian serius muncul setelah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, 9 Februari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Korban dilaporkan mengalami kecelakaan saat hendak berangkat ke sekolah dan diduga terjatuh akibat jalan berlubang.

"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Bina Marga karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti," kata Pramono di Jakarta Timur pada Senin, 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan, perbaikan sementara sebenarnya sudah mulai dilakukan dengan metode tambal sulam di sejumlah titik rawan. Petugas disebut telah bergerak menutup lubang-lubang yang teridentifikasi membahayakan.

"Kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup," ujarnya.

Namun demikian, tingginya intensitas hujan membuat sebagian hasil perbaikan kembali rusak. Aspal yang baru ditambal berpotensi terkelupas saat diguyur hujan deras.

"Walaupun kemudian ketika hujan akan mohon maaf pasti sebagian ada yang terbongkar kembali," ucap Mas Pram sapaan akrabnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap, sembari menunggu kondisi cuaca lebih stabil agar perbaikan permanen dapat berjalan optimal dan risiko kecelakaan bisa ditekan.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID