Dibayangi Kekhawatiran, Jepang Operasikan Kembali Pembangkit Nuklir Terbesar di Dunia

news.fin.co.id - 09/02/2026, 17:20 WIB

Dibayangi Kekhawatiran, Jepang Operasikan Kembali Pembangkit Nuklir Terbesar di Dunia

Pembangkit Kashiwazaki-Kariwa di wilayah Niigata.

fin.co.id - Jepang kembali menghidupkan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia pada Senin, 9 Februari 2026. Pengoperasian pembangkit ini dibayangi kekhawatiran penduduk sekitar.

"Pembangkit Kashiwazaki-Kariwa di wilayah Niigata dihidupkan kembali pada pukul 14.00," sebut pernyataan Tokyo Electric Power Company (TEPCO).

TEPCO awalnya mulai mengoperasikan salah satu dari tujuh reaktor di pembangkit Kashiwazaki-Kariwa pada 21 Januari, tetapi kemudian mematikannya pada hari berikutnya setelah alarm sistem pemantauan berbunyi.

Alarm tersebut mendeteksi sedikit perubahan pada arus listrik di salah satu kabel meskipun masih dalam kisaran yang dianggap aman, kata pejabat TEPCO dalam konferensi pers pekan lalu.

Advertisement

"Kami akan terus menunjukkan komitmen kami terhadap keselamatan sebagai prioritas utama di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kashiwazaki-Kariwa melalui tindakan dan hasil kami," lanjut pernyataan TEPCO.

Dibayangi Kekhawatiran Penduduk Sekitar

Fasilitas tersebut telah nonaktif sejak Jepang menghentikan penggunaan tenaga nuklir setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat menyebabkan tiga reaktor di pembangkit nuklir Fukushima mengalami peleburan inti.

Kompleks Kashiwazaki-Kariwa yang luas telah dilengkapi dengan dinding penahan tsunami setinggi 15 meter, sistem tenaga darurat yang ditinggikan, dan peningkatan keselamatan lainnya.

Namun, opini publik di daerah sekitar pembangkit listrik tersebut sangat terpecah – sekitar 60 persen penduduk menentang pengoperasian kembali, sementara 37 persen mendukungnya, menurut survei yang dilakukan oleh prefektur Niigata pada bulan September.

Penduduk telah menyampaikan kekhawatiran tentang risiko kecelakaan serius, dengan menyebutkan seringnya skandal penutupan informasi, kecelakaan kecil, dan rencana evakuasi yang menurut mereka tidak memadai.

Pada tanggal 8 Januari, tujuh kelompok yang menentang pengoperasian kembali menyerahkan petisi yang ditandatangani oleh hampir 40.000 orang kepada TEPCO dan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID