Erupsi di Malam Hari, Gunung Semeru Lontarkan Letusan Setinggi 900 Meter!

news.fin.co.id - 09/02/2026, 23:25 WIB

Erupsi di Malam Hari, Gunung Semeru Lontarkan Letusan Setinggi 900 Meter!

fin.co.id - Gunung Semeru yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan memuntahkan material erupsi pada Senin, 9 Februari 2026 malam.

Letusan tersebut memunculkan kolom abu yang menjulang hingga sekitar 900 meter dari puncak gunung.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 9 Februari 2026, pukul 18.32 WIB," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dikutip Antara.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu teramati menghasilkan kolom letusan dengan ketinggian kurang lebih 900 meter di atas puncak atau setara 4.576 meter di atas permukaan laut.

Advertisement

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.

Gunung Semeru Berstatus Siaga

Liswanto menambahkan, hingga saat ini status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Salah satunya, warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru. Area yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sejumlah anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan.

BPBD Lumajang Siapkan EWS

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG demi keselamatan bersama.

"Kami sudah melakukan pemasangan CCTV dan sirine sebagai early warning sistem (EWS), sehingga masyarakat yang mendengar sirine tersebut bisa melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang aman saat bencana Semeru datang sewaktu-waktu," katanya.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID