fin.co.id - Sebuah gudang penyimpanan insektisida di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kelurahan Setu, Tangerang Selatan, ludes terbakar pada Senin (9/2/2026) dini hari. Sulitnya memadamkan material kimia memaksa petugas menggunakan pasir sebagai upaya terakhir untuk memadamkan api.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel, Omay Komarudin, menyatakan api mulai berkobar sekitar pukul 04.15 WIB. Sebanyak 70 personel dan 18 unit armada gabungan dikerahkan ke lokasi yang berjarak hanya 1,7 kilometer dari Gedung DPRD Kota Tangsel tersebut.
"Ada bahan kimia yang tidak mau dipadamkan oleh air, kami coba pakai foam juga tidak mau. Akhirnya kami gunakan teknik terakhir menggunakan pasir," ujar Omay di lokasi kejadian.
Proses pemadaman yang berlangsung lebih dari tujuh jam tersebut membuat sejumlah petugas mengalami kelelahan hebat hingga membutuhkan bantuan oksigen akibat paparan asap kimia beracun. Seluruh bangunan gudang beserta isinya kini hanya menyisakan puing-puing besi rak penyimpanan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Tim Inafis.
Pencemaran Sungai Jalatreng
Kebakaran ini juga berdampak buruk pada ekosistem lingkungan. Limbah bahan kimia dari gudang tersebut mengalir melalui drainase menuju Sungai Jalatreng, yang mengakibatkan banyak ikan ditemukan mati mendadak.
"Kami imbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari sungai tersebut karena diduga kuat telah terkontaminasi racun dari bahan pembasmi hama," tegas Omay.