Siap Meluncur 2028! China Buka Wisata Luar Angkasa, Aktor Johnny Huang Jadi Penumpang Pertama

news.fin.co.id - 09/02/2026, 08:20 WIB

Siap Meluncur 2028! China Buka Wisata Luar Angkasa, Aktor Johnny Huang Jadi Penumpang Pertama

Startup China InterstellOr resmi membuka pemesanan tiket wisata luar angkasa. Dengan biaya miliaran Rupiah, penumpang termasuk aktor Johnny Huang siap terbang pada 2028.Foto:X

fin.co.id - Impian menikmati pemandangan Bumi dari ketinggian 100 kilometer segera menjadi kenyataan bagi warga sipil di China. Startup antariksa asal Beijing, InterstellOr Human Spaceflight Technology, secara resmi memulai babak baru dalam industri pariwisata luar angkasa komersial.

Perusahaan ini baru saja memamerkan kapsul awak versi eksperimental berskala penuh yang mereka beri nama CYZ1 (ChuanYueZhe 1). Kapsul canggih ini dirancang khusus untuk membawa penumpang melintasi Garis Karman, batas imajiner antara atmosfer Bumi dan luar angkasa.

Hingga saat ini, lebih dari 20 orang sudah mengamankan kursi mereka untuk misi penerbangan yang ditargetkan meluncur pada tahun 2028 mendatang. Menariknya, aktor populer China, Johnny Huang Jingyu, tercatat sebagai penumpang selebritas pertama dengan nomor urut 009. Selain Johnny, penyair Lin Xiaoyan juga bergabung dalam daftar calon penumpang perdana tersebut.

Lalu, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pengalaman sekali seumur hidup ini?

Advertisement

InterstellOr mematok harga tiket sekitar 3 juta yuan atau setara dengan Rp 7,3 miliar per orang. Para peminat wajib menyetorkan uang muka sebesar 10 persen sebagai komitmen reservasi untuk merasakan sensasi mikrogravitasi selama beberapa menit di ruang hampa.

Pihak perusahaan terus mengebut persiapan teknis guna menjamin keamanan penumpang. Pada pertengahan Januari 2026, mereka sukses melakukan uji coba sistem pendaratan dengan menjatuhkan kapsul seberat 5 ton dari ketinggian tiga meter guna mensimulasikan proses pendaratan di darat.

"Sektor luar angkasa komersial China kini bergerak dari validasi teknologi menuju fase operasional," ujar CEO InterstellOr, Lei Shiqing.

Meski persaingan makin ketat dengan adanya perusahaan lain seperti CAS Space dan Deep Blue Aerospace, InterstellOr optimis dapat memimpin pasar wisata suborbital di Negeri Tirai Bambu. Langkah ambisius ini sekaligus menempatkan China sebagai pesaing serius bagi raksasa Barat seperti Blue Origin dan Virgin Galactic yang sudah lebih dulu menerbangkan warga sipil ke luar angkasa.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID