fin.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi program Wajib Belajar 13 Tahun sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah menghadirkan minimal satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap desa di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Mu'ti saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen 2026 pada Senin (9/2).
“Khusus untuk penguatan Wajib Belajar 13 Tahun, kami secara bertahap akan berusaha membangun minimal satu TK untuk satu desa,” ujar Mu'ti.
Program ini dinilai krusial karena pendidikan anak usia dini menjadi fondasi utama sebelum anak masuk jenjang pendidikan dasar.
Bantuan PIP untuk Murid TK Mulai 2026
Tak hanya pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan dukungan finansial melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang mulai menyasar murid TK.
Mulai tahun 2026, Kemendikdasmen akan menyalurkan bantuan PIP kepada:
-
450.000 murid TK per tahun
-
Dengan total sasaran mencapai 888.000 murid TK di seluruh Indonesia
Kebijakan ini menjadi langkah baru karena sebelumnya PIP lebih dikenal menyasar siswa SD hingga SMA/sederajat.
Dengan perluasan ini, pemerintah berharap:
-
Akses pendidikan usia dini makin merata
-
Anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa sekolah
-
Angka partisipasi PAUD meningkat signifikan