fin.co.id - Akses vital di kawasan Kemang Pratama yang sempat rusak parah, akibat banjir besar awal Maret 2025 kini akan diremajakan secara menyeluruh.
Pemerintah resmi memutuskan untuk membangun ulang Jembatan Kemang Pratama, dengan penutupan jalan utama sejak 24 November 2025.
Berdasarkan pantauan langsung fin.co.id siang hari ini, Selasa 10 Februari 2026, diketahui target penyelesaian ditargetkan tanggal 26 Agustus 2026.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Hindari Macet
Selama jembatan ditutup dan proses pembangunan berlangsung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan kemacetan di sekitar kawasan yang terdampak penutupan jembatan, salah satunya menggabungkan 2 jalur menjadi satu.
Akses dari Jalan Raya Pekayon menuju Jalan Raya Bantar gebang, kini telah disatukan menjadi satu jembatan dan dibagi menjadi 2 jalur.
Dishub bakal mengatur pergerakan kendaraan dari berbagai titik menuju pusat kota atau kawasan lain agar tetap lancar meski akses utama tertutup sementara.
Apa Artinya bagi Warga Bekasi ?
Keputusan pembangunan ulang ini menjadi titik balik setelah berbulan-bulan masyarakat hanya bisa menggunakan jalur alternatif.
Akses yang sempat terganggu akibat banjir membuat mobilitas sehari-hari warga, terutama yang berangkat bekerja atau beraktivitas di luar, sangat terdampak.
Dengan jembatan baru, diharapkan konektivitas kembali normal dan lancar.
Proyek ini juga sekaligus menjadi mitigasi jangka panjang, agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu infrastruktur penting di masa mendatang.