Musrenbang di Kabupaten Tangerang Bakal Sertakan Perwakilan Anak

news.fin.co.id - 10/02/2026, 16:21 WIB

Musrenbang di Kabupaten Tangerang Bakal Sertakan Perwakilan Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman. (Dok)

fin.co.id -  Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) baru saja meluncurkan brand "Anak Gemilang" sebagai identitas baru bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Slogan ini diharapkan bukan sekadar kata-kata, melainkan menjadi pemantik motivasi bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan bahwa filosofi di balik nama tersebut adalah untuk menanamkan daya juang yang tinggi pada diri setiap anak.

"Mudah-mudahan slogan ini menyatu dalam diri mereka. Kami ingin anak-anak Kabupaten Tangerang gigih berjuang untuk masa depannya dan memiliki tekad kuat untuk maju," ujar Asep saat ditemui di sela acara peluncuran.

Advertisement

Implementasi dari semangat "Anak Gemilang" ini akan diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan Forum Anak. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyertakan suara anak-anak dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Asep menegaskan bahwa keterlibatan ini krusial agar keinginan dan kebutuhan spesifik anak-anak dapat diakomodasi langsung dalam kebijakan pemerintah daerah. "Suara mereka harus didengar agar program yang kita gulirkan tepat sasaran," tambahnya.

Di tengah upaya pembangunan karakter ini, Pemkab Tangerang masih menghadapi tantangan besar terkait isu perundungan (bullying) serta kekerasan seksual terhadap anak. Asep mengungkapkan bahwa pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memutus rantai kasus tersebut.

Menariknya, Asep mencatat adanya fenomena peningkatan laporan kasus seiring dengan masifnya sosialisasi yang dilakukan. Namun, ia menilai hal ini sebagai langkah awal yang positif menuju keterbukaan informasi.

"Kasus terlihat meningkat karena sekarang mereka tahu ke mana harus melapor. Sebelumnya, banyak kasus yang tidak terungkap. Dengan meningkatnya kesadaran untuk melapor ini, kami optimis ke depannya angka kekerasan anak justru akan semakin dapat ditekan dan menurun," pungkasnya.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.