Prabowo Diundang Rapat Perdana Board of Peace Trump, Peluang Teken Tarif Dagang AS–RI?

news.fin.co.id - 10/02/2026, 13:12 WIB

Prabowo Diundang Rapat Perdana Board of Peace Trump, Peluang Teken Tarif Dagang AS–RI?

Presiden Prabowo Subianto

fin.co.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald J Trump. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026.

“Ada (undangannya). Belum (tahu hadir atau engga), nanti kita sampaikan kalau sudah ada kepastian,” kata Prasetyo, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Prasetyo, kehadiran Presiden Prabowo—jika dipastikan—diharapkan tidak hanya sebatas menghadiri forum, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret antara Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk penyelesaian pembahasan tarif perdagangan kedua negara.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencapai dua agenda sekaligus.

Advertisement

"Kita sih menghendaki dan ingin bisa dua-duanya," jelas Prasetyo.

Saat ini, proses negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat terkait sejumlah isu perdagangan masih terus berlangsung. Pemerintah berupaya agar kesepakatan yang dicapai nantinya memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara.

Presiden AS Donald Trump berencana menggelar pertemuan perdana anggota Board of Peace pada Jumat, 19 Februari mendatang. Rapat itu disebut bertujuan untuk menggalang dukungan pendanaan bagi proyek rekonstruksi Gaza, meskipun detail lebih lanjut mengenai agenda dan format pertemuan masih dalam pembahasan internal.

Rencana pembentukan dan pertemuan BoP sebelumnya pertama kali diberitakan oleh Axios. Pertemuan mendatang akan menjadi yang pertama sejak penandatanganan pembentukan organisasi tersebut di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Pemerintah Indonesia sendiri masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait partisipasi Presiden dalam forum internasional tersebut.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID