Politik . 10/02/2026, 01:27 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali diguncang isu panas yang membuat publik tak percaya. Politisi muda yang kini memegang posisi penting sebagai Komisaris PTPN III (Holding Perkebunan Nusantara), Tsamara Amany, kini menjadi pusat perhatian yang sangat intens.
Ringkasan :
Publik belakangan ini terheran-heran. Tsamara Amany, yang seharusnya mengawal aset vital negara di sektor perkebunan, justru dinilai lebih asyik tenggelam dalam hingar bingar dunia sepak bola. Ironisnya, sorotan ini muncul justru ketika Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi besar untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, sebuah tujuan krusial yang sangat bergantung pada pengelolaan perkebunan yang optimal.
Ketimpangan fokus yang ditunjukkan ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Sebagai seorang petinggi di salah satu perusahaan negara yang memegang kendali atas komoditas perkebunan strategis, Tsamara justru jarang terdengar menyuarakan visi atau solusi konkret untuk memajukan industri hijau tanah air. Situasi ini tak pelak lagi membuat publik mempertanyakan keseriusan dan komitmennya dalam mengemban amanah sebagai komisaris.
Sebuah kelompok yang menamakan diri Koalisi Keadilan secara terang-terangan menyuarakan keprihatinan mendalam atas dugaan ketimpangan fokus ini. Koordinator Koalisi Keadilan, Fuad Adnan, tidak ragu memberikan saran yang sangat tegas.
"Sebaiknya fokus di sepak bola saja!" serunya. Fuad menyarankan agar Tsamara Amany segera melepaskan jabatannya jika memang minatnya lebih besar pada urusan lapangan hijau. Menurut Fuad, posisi Komisaris PTPN III memegang peranan yang sangat vital dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang kini menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menambahkan, "Jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali berpikir tentang perkebunan Indonesia. Memang sebaiknya dia (Tsamara) lebih fokus mengurusi sepak bola bersama (Pak) Erick Thohir.”
Fuad mengungkapkan rasa kekecewaannya yang mendalam. Ia merasa heran ketika para pemangku kepentingan lainnya berjuang keras menjaga swasembada pangan, seorang komisaris perusahaan negara justru terkesan mengabaikan tanggung jawabnya yang krusial. Ia menegaskan bahwa jabatan di PTPN III bukanlah sekadar posisi pajangan. Sebaliknya, ini adalah sebuah amanah besar untuk mengelola aset perkebunan nusantara yang memiliki peran strategis bagi perekonomian bangsa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media