Soal Rencana Pengiriman 8.000 Personel Pasukan Perdamaian, Mensesneg: Masih Dimatangkan

news.fin.co.id - 10/02/2026, 23:35 WIB

Soal Rencana Pengiriman 8.000 Personel Pasukan Perdamaian, Mensesneg: Masih Dimatangkan

Medali Dag Hammarksjold akan diberikan pada dua personel pasukan Penjaga Perdamaian PBB asal Indonesia yang gugur pada 2025.

fin.co.id - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana pengiriman pasukan Penjaga Perdamaian sebagai bagian dari komitmen dalam Board of Peace (BoP) untuk membantu meredam konflik di Palestina.

Hal itu diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Prasetyo, saat ini proses pengiriman pasukan masih dalam pembahasan. Namun, Prasetyo memperkirakan jumlah personel yang dikirim kurang lebih 8.000 prajurit TNI.

"Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000," jelasnya.

Advertisement

Mensesneg juga mengatakan, belum bisa dipastikan apakah pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia akan ditempatkan di Rafah atau wilayah lain.

"Kita baru mempersiapkan diri, sewaktu-waktu sudah ada kesepakatan, kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," terangnya.

TNI AD Mulai Siapkan Personel

Sementara itu, Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan, pihakna mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan BoP di wilayah konflik, seperti Gaza.

Pernyataan ini disampaikan Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Maruli mengatakan saat ini proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian tersebut masih terus berjalan.

Ia mengatakan penentuan kebutuhan personel akan ditetapkan setelah adanya arahan resmi dari pihak yang mengkoordinasikan misi di Gaza, kemudian diteruskan kepada Markas Besar TNI dan Mabes Angkatan Darat.

Menurut Maruli, jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum final. Kekuatan pasukan yang disiapkan bisa mencapai satu brigade.

"Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang," ujar Maruli, dikutip Antara.

Advertisement

Ia juga menambahkan belum dapat memastikan kapan pengiriman pasukan akan dilakukan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID