Ekonomi . 10/02/2026, 19:35 WIB

Turis Singapura–Malaysia Ramai ke Batam 'Datang Pagi, Pulang Sore', Cuma Belanja Sembako

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

“Kami ingin pendapatan masyarakat Batam meningkat, bukan hanya berputar di kalangan pengusaha besar. UMKM harus ikut merasakan manfaatnya,” tegas Saleh.

Karena itu, DPR juga mengundang pelaku UMKM untuk menyampaikan masukan langsung agar pengelolaan pariwisata Batam bisa lebih inklusif.

Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manulu menyoroti data belanja wisatawan mancanegara di Kepulauan Riau. Rata-rata pengeluaran wisman tercatat 226 dolar AS per kunjungan, atau sekitar Rp4,8 juta.

“Kalau pengeluarannya segitu, itu bisa jadi cuma beli beras, minyak, dan kebutuhan pokok. Ini patut dipertanyakan, apakah mereka benar-benar wisatawan atau hanya penyeberang harian,” ujar Bane.

Ia menambahkan, dengan UMK Batam sekitar Rp5,6 juta, wajar jika warga Singapura memanfaatkan perbedaan daya beli untuk berbelanja di Batam.

Bane menegaskan, wisatawan dengan belanja di bawah 300 dolar AS dan lama tinggal kurang dari dua hari lebih tepat disebut penyeberang harian, bukan turis.

Karena itu, ia meminta Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah menjadikan fenomena ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengakui rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Kepri masih 1,89 hari, atau mendekati dua hari.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com