fin.co.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akan dibangun ulang dari nol. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap perancangan desain.
“Iya, dimulai dari nol pembangunannya. Sekarang masih proses desain,” ujar Prasetyo, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas 4.000 meter persegi yang merupakan bekas Kedutaan Besar Inggris. Gedung lama tidak akan digunakan, melainkan akan dibangun bangunan baru sesuai rencana pemerintah.
Terkait anggaran, Prasetyo menyebut belum dapat merinci jumlah dana yang dibutuhkan karena proses desain masih berjalan. Mekanisme pendanaan pun masih dalam pembahasan, dengan opsi melalui Kementerian Agama atau skema lainnya.
“Kalau angkanya belum, karena masih desain. Soal pendanaan bisa lewat Kemenag atau tidak lewat Kemenag,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk membangun gedung khusus bagi MUI dan lembaga-lembaga Islam di kawasan strategis Bundaran HI. Gedung tersebut direncanakan memiliki tinggi hingga 40 lantai.
Selain untuk MUI, bangunan itu juga akan diperuntukkan bagi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang membutuhkan fasilitas ruang. Rencana ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal pada 7 Februari 2026.
Anisha Aprilia/Disway