Nasional . 11/02/2026, 07:56 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Cuaca ekstrem kembali jadi sorotan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu. Informasi ini bukan sekadar formalitas. BMKG langsung menetapkan 10 provinsi dalam kategori siaga, artinya potensi dampak bencana hidrometeorologi sudah di depan mata.
Buat kamu yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor, ini saatnya pasang radar kewaspadaan.
BMKG memasukkan sepuluh wilayah ke dalam kategori siaga karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Daerah tersebut meliputi:
Status siaga bukan tanpa alasan. BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Dampaknya bisa langsung mengganggu aktivitas masyarakat dan merusak infrastruktur.
Dengan kata lain, hujan deras yang turun bukan hanya soal jalanan macet atau genangan air biasa. Risiko yang muncul bisa jauh lebih serius.
Selain 10 provinsi berstatus siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah dalam kategori waspada. Wilayah ini berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Daftar lengkapnya mencakup:
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Status waspada menunjukkan potensi gangguan aktivitas akibat genangan air, luapan sungai, hingga longsor lokal. Meskipun levelnya di bawah siaga, risiko tetap ada. Karena itu, masyarakat di wilayah ini tetap perlu memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala.
Menariknya, dalam rilis tersebut BMKG tidak menetapkan wilayah dengan kategori awas atau hujan ekstrem. Namun, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini angin kencang khusus untuk wilayah Bali. Artinya, potensi cuaca buruk tetap harus diantisipasi.
Di tengah peringatan cuaca tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga merilis laporan terbaru. Dalam periode 9–10 Februari 2026, angin kencang melanda Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media