fin.co.id - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menginisiasi program sosial bertajuk "Balik Kerja Bareng BPKH 2026". Program yang memasuki tahun keempat pelaksanaannya ini bertujuan membantu para perantau kembali ke wilayah Jabodetabek dengan aman, nyaman, dan tanpa pungutan biaya setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen BPKH dalam mendistribusikan nilai manfaat dana abadi umat melalui ruang lingkup sosial keagamaan. Dengan menyediakan fasilitas transportasi yang mumpuni, BPKH berharap dapat meringankan beban finansial masyarakat yang biasanya melonjak pasca-lebaran akibat tingginya harga tiket transportasi umum.
Dalam merealisasikan program besar ini, BPKH menggandeng empat Mitra Kemaslahatan ternama, yakni Baitulmaal Muamalat (BMM), Rumah Zakat, Solo Peduli, dan Lembaga Amil Zakat Ummul Quro (LAZUQ). Sinergi lintas lembaga ini memastikan pelayanan yang prima bagi total 2.700 peserta yang tersebar di berbagai titik keberangkatan.
Fasilitas Mewah dan Sumber Pendanaan
Panitia penyelenggara tidak main-main dalam memberikan fasilitas bagi para peserta. BPKH mengerahkan 60 armada bus eksekutif yang masing-masing memiliki kapasitas 45 kursi. Dengan pengaturan kursi 2-2, para pemudik dapat menikmati perjalanan jarak jauh menuju ibu kota dengan ruang gerak yang lebih lega dan nyaman.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menegaskan bahwa seluruh pendanaan program ini berasal dari sumber yang jelas dan transparan. Ia memberikan klarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat terkait penggunaan dana haji.
"Kami pastikan bahwa kegiatan kemaslahatan ini bersumber dari nilai manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). Dana pokok setoran awal haji milik jemaah tetap utuh dan terus bertambah," ujar Sulistyowati dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa program Balik Kerja ini merupakan upaya nyata pemerintah melalui BPKH untuk memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan umat. Selain mendukung tradisi silaturahmi, program ini menjadi instrumen penting dalam menjaga keselamatan pemudik di jalan raya dengan meminimalisir penggunaan kendaraan roda dua untuk perjalanan jauh.
Jadwal Keberangkatan dan Lokasi Titik Kumpul
Pemerintah membagi jadwal keberangkatan menjadi dua gelombang utama berdasarkan wilayah asal pemudik. Seluruh armada bus memiliki tujuan akhir di terminal-terminal utama Jabodetabek, seperti Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Poris, dan Baranangsiang.
Berikut adalah jadwal dan titik lokasi keberangkatan yang wajib Anda catat:
Gelombang I: Senin, 23 Maret 2026
Yogyakarta: Peserta berkumpul di Balai Kota Wali Kota Yogyakarta.
Lampung: Keberangkatan terpusat di Masjid Raya Al Bakrie.
Gelombang II: Selasa, 24 Maret 2026