Nasional . 12/02/2026, 07:37 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Sirkulasi siklonik memicu pertemuan dan perlambatan massa udara di satu wilayah. Ketika udara berkumpul dan naik, uap air mengalami kondensasi dan membentuk awan hujan. Jika proses ini berlangsung intens dan didukung konvergensi angin yang memanjang, potensi hujan lebat hingga ekstrem pun meningkat.
Dalam kasus kali ini, dua sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Pulau Sumatera memperkuat pembentukan awan hujan. Ditambah lagi, konvergensi dan konfluensi angin terpantau di sebagian besar wilayah Indonesia. Kombinasi faktor tersebut memperbesar peluang terjadinya hujan intensitas tinggi dalam waktu relatif bersamaan di banyak daerah.
Dengan meningkatnya potensi hujan lebat, masyarakat perlu mengambil langkah antisipasi. Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat. Selain itu, hindari berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan petir. Bagi warga di wilayah rawan longsor dan banjir, siapkan rencana evakuasi jika kondisi memburuk.
BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menyampaikan pembaruan prakiraan cuaca secara berkala. Oleh karena itu, masyarakat disarankan rutin memeriksa informasi resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca.
Cuaca memang sulit diprediksi secara kasat mata. Namun, dengan informasi yang akurat dan kewaspadaan tinggi, risiko dampak buruk akibat hujan lebat bisa ditekan. Jangan sampai lengah, karena potensi hujan ekstrem sudah di depan mata. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media