fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penurunan prevalensi stunting di Ibu Kota hingga menyentuh angka 15 persen pada 2026. Saat ini, angka stunting di Jakarta tercatat berada di level 17,2 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Pramono meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memperkuat intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terutama melalui peningkatan layanan gizi bagi ibu hamil serta edukasi keluarga.
"Kuatkan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui pelayanan bagi ibu hamil, edukasi gizi keluarga, serta pemantauan balita secara konsisten guna mencapai target 15 persen pada 2026," kata Pramono saat mengunjungi Kantor Dinkes DKI Jakarta di Jakarta Pusat pada Kamis, 12 Februari 2026.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang konsisten agar target tersebut benar-benar tercapai. Menurutnya, dengan dukungan jaringan fasilitas kesehatan yang lengkap, mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan, Jakarta memiliki fondasi kuat untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Pemprov DKI, lanjutnya, terus membenahi sistem kesehatan melalui berbagai program seperti Pasukan Putih, JakAmbulans, JakCare, dan JakSimpus. Upaya pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker serviks juga diperkuat.
"Pastikan seluruh fasilitas beroperasi sesuai standar, serta mempromosikan program kesehatan melalui komunikasi publik yang strategis dan efektif," tegasnya.
Pramono berharap kunjungan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen dan kinerja jajaran Dinkes DKI Jakarta. Ia juga meminta agar pelayanan kesehatan diberikan secara cepat tanpa terhambat prosedur administrasi.
"Termasu dalam memastikan pembiayaan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keluarga pasien tidak lagi dibebani persoalan prosedur maupun biaya layanan kesehatan,” pungkasnya.
Cahyono/Disway