Nasional . 12/02/2026, 15:26 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Dalam sejarah penanggalan Islam di Indonesia, variasi awal puasa sudah kerap terjadi. Perbedaan kapan ramadhan dimulai umumnya dipengaruhi oleh metode yang digunakan, bukan karena pertentangan prinsip.
Baik hisab maupun rukyat memiliki dasar ilmiah dan keagamaan masing-masing. Karena itu, perbedaan tanggal tidak semestinya menjadi sumber polemik, melainkan bagian dari dinamika fiqih.
Yang terpenting, esensi Ramadan tetap sama, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat solidaritas, dan memperdalam refleksi spiritual.
Meski berbagai prediksi telah beredar, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat. Keputusan tersebut menjadi pedoman nasional.
Menjelang bulan suci, momen persiapan sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbaiki rutinitas ibadah, menjaga kesehatan, serta merancang aktivitas Ramadan dengan lebih matang.
Ramadan selalu datang membawa kesempatan baru, bukan sekadar soal tanggal, tetapi tentang makna yang menyertainya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media