Ratusan Ribu Anak di Tangerang Terinfeksi ISPA, Risiko Pneumonia Diwaspadai

news.fin.co.id - 12/02/2026, 18:07 WIB

Ratusan Ribu Anak di Tangerang Terinfeksi ISPA, Risiko Pneumonia Diwaspadai

Kadinkes Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi. (Dok)

fin.co.id -  Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mengalami lonjakan signifikan. Fokus utama kini diarahkan pada pencegahan komplikasi pneumonia atau radang paru-paru akut yang menjadi ancaman serius bagi keselamatan nyawa anak-anak.

Berdasarkan data integrasi dari berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang, tercatat sebanyak 198.000 kasus ISPA menyerang kelompok usia anak sepanjang tahun 2025. Fenomena ini tidak hanya menyasar anak-anak; kelompok dewasa pun mencatatkan angka yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni mencapai 104.000 kasus dalam periode yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa meski gejala ISPA sering kali dianggap sebagai gangguan pernapasan biasa seperti batuk dan pilek, keterlambatan penanganan medis bagi balita dapat berakibat fatal.

"Semua gejala batuk dan pilek kami kategorikan sebagai ISPA. Fokus kami saat ini adalah deteksi dini seluas mungkin untuk mencegah infeksi berkembang menjadi pneumonia. Jika sudah masuk fase pneumonia, risiko kematian pada anak menjadi sangat tinggi," ujar dr. Hendra pada Rabu (11/2/2026).

Advertisement

Tren penyebaran penyakit ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda saat memasuki awal tahun 2026. Data terbaru hingga Januari 2026 menunjukkan adanya 10.000 kasus baru yang terlaporkan.

Meskipun angka akumulasi tahunan terlihat masif, dr. Hendra menyebut secara epidemiologi jumlah tersebut masih dalam batas normal jika dibandingkan dengan total populasi penduduk Kabupaten Tangerang—yakni di bawah ambang 10 persen. Namun, ia menekankan bahwa statistik bukanlah poin utama, melainkan kewaspadaan terhadap kerentanan balita.

"Poin utamanya adalah kewaspadaan. Tanpa penanganan yang tepat, balita sangat rentan jatuh pada kondisi pneumonia," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak. Beberapa langkah preventif yang ditekankan antara lain:

• Segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika gejala batuk dan pilek tidak kunjung mereda.

• Memastikan kecukupan gizi dan hidrasi guna menjaga imunitas tubuh.

• Meminimalisir paparan polusi udara serta asap rokok di lingkungan rumah.

Hingga saat ini, upaya pelacakan kasus secara aktif (fast finding) terus dilakukan di tingkat Puskesmas. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai komplikasi infeksi pernapasan sebelum memasuki fase kritis yang mengancam jiwa.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.