fin.co.id - Dedikasi para guru ngaji di wilayah pesisir utara (Pantura) Kabupaten Tangerang kini mendapatkan payung perlindungan hukum. Sebanyak 500 pengajar Al Quran yang tersebar di lima kecamatan—Mauk, Kosambi, Pakuhaji, Teluknaga, dan Sukadiri—resmi terdaftar dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini diambil mengingat profesi guru ngaji kerap dianggap sebagai kelompok pekerja rentan. Meski mengabdi tanpa batasan waktu dalam mendidik moral generasi muda, keberadaan mereka selama ini minim tersentuh jaminan perlindungan kerja.
"Guru ngaji itu mengajar terus tanpa kenal waktu, namun sering kali belum memiliki jaminan (sosial). Mereka adalah pilar masyarakat yang harus kita lindungi," ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat penyerahan bantuan di Aula Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/2026).
Upaya melindungi pekerja informal di Kabupaten Tangerang memang menemui tantangan anggaran. Maesyal mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang saat ini baru mampu mengalokasikan anggaran untuk perlindungan 500.000 pekerja rentan, yang meliputi nelayan, sopir angkot, tukang ojek, hingga tukang becak.
"Jika semua dibebankan ke daerah, pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah, hingga puskesmas akan terhambat. Karena itu, kolaborasi dengan pihak ketiga sangat krusial," tuturnya.
Dalam program kali ini, penambahan kuota perlindungan untuk 500 guru ngaji tersebut terealisasi berkat dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pengembang kawasan PIK 2. Maesyal berharap skema serupa dapat diperluas untuk menyasar profesi lain di pesisir utara, seperti nelayan tradisional.
Selain pemberian kartu kepesertaan BPJS, upaya penguatan ekonomi masyarakat di wilayah Pantura juga dilakukan melalui pelatihan vokasi. Bersamaan dengan agenda tersebut, digelar pelatihan tata rias (make-up artist) gratis bagi warga setempat.
Inisiatif ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya terlindungi secara risiko kerja, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
"Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan tinggi. Setelah bisa merias, harapannya ada peluang kerja baru yang tercipta. Semoga ini membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi warga Tangerang," tutup Maesyal.