fin.co.id - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut tetap berjalan bagi seluruh pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), meski Penerima Bantuan Iuran (PBI) sedang tidak aktif.
Pelayanan terutama akan diberikan pada pasien dalam kondisi darurat. Menurut manajemen RSCM, keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan, termasuk bagi peserta PBI yang status kepesertaannya belum aktif.
"RSCM selalu menerapkan patient first. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan," ujar Direktur Medis dan Keperawatan RSCM dr. Renan Sukmawan, Jumat, 13 Februari 2026, dikutip Antara.
Pernyataan ini dikeluarkan RSCM, merespons isu penolakan pasien BPJS PBI nonaktif yang sempat ramai diperbincangkan.
Renan menegaskan, RSCM terus memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu, sementara persoalan administrasi dapat diselesaikan kemudian.
Renan menjelaskan untuk kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, sistem akan melakukan aktivasi secara otomatis.
RSCM Imbau Masyarakat Tidak Ragu Berobat ke Rumah Sakit
Renan mengimbau masyarakat agar tidak ragu datang ke rumah sakit meski menghadapi kendala administrasi atau pembiayaan.
"Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan, yang penting nyawanya bisa tertolong," katanya.
Selain memastikan keberlangsungan layanan, RSCM juga terus memperkuat kapasitas pelayanan, khususnya ketersediaan jumlah tempat tidur.
Peningkatan kapasitas dilakukan seiring meningkatnya jumlah pasien yang datang setiap tahun, dengan mayoritas merupakan kasus rujukan penyakit berat yang membutuhkan penanganan intensif.
"RSCM terus mengembangkan kapasitasnya, dari sebelumnya dua tahun yang lalu, 900 tempat tidur, sekarang 1.280," kata Renan.