Nasional . 14/02/2026, 16:13 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu. Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa doa “Dzahabaz zhama’u…” dibaca setelah meneguk air atau memakan kurma, karena redaksinya menunjukkan bahwa rasa haus telah hilang.
Sedangkan doa “Allahumma laka shumtu…” dapat dibaca sesaat sebelum atau ketika mulai membatalkan puasa.
Berbuka puasa bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi simbol ketaatan penuh kepada Allah SWT. Seorang Muslim menahan diri sepanjang hari dan hanya berbuka ketika waktu yang ditentukan telah tiba.
Jika ingin mengamalkan doa berbuka puasa yang paling kuat dalilnya, maka doa riwayat Abu Dawud menjadi pilihan utama. Namun doa yang populer di masyarakat tetap memiliki makna baik dan boleh diamalkan sebagai doa umum. Yang Terpenting:
Dengan memahami makna dan dalilnya, momen berbuka tidak hanya menjadi pelepas dahaga, tetapi juga saat terbaik untuk meraih keberkahan dan pengabulan doa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media