Nasional . 14/02/2026, 17:29 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Puasa Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan yang dilakukan umat Islam. Ibadah ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang memiliki dasar teologis kuat dalam Al-Qur’an dan hadits.
Kewajiban tersebut mengandung tujuan mulia. Yakni membentuk ketakwaan dan melatih pengendalian diri setiap Muslim yang menjalankannya.
Landasan utama kewajiban puasa terdapat dalam firman Allah SWT:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini secara tegas menyatakan puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi orang-orang beriman. Tujuan akhirnya adalah membentuk pribadi yang bertakwa.
Puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia adalah latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu, memperkuat iman, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam Islam, seluruh ibadah berorientasi pada tauhid, yakni penghambaan total kepada Allah SWT. Puasa menjadi bentuk nyata ketaatan, bahkan ketika tidak ada manusia lain yang melihat.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Islam dibangun atas lima perkara, yaitu:
Kelima dasar tersebut dikenal sebagai Rukun Islam. Puasa Ramadhan menjadi salah satu fondasi utama yang menyempurnakan keislaman seorang Muslim.
Puasa mendidik manusia untuk:
Ketika seseorang mampu meninggalkan hal-hal yang halal seperti makan dan minum demi Allah, maka seharusnya ia lebih mampu menjauhi hal-hal yang haram.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media