Sebagai perbandingan, pada 2025 survei mencatat potensi pergerakan sebesar 146 juta orang, dengan realisasi di lapangan mencapai 154 juta orang.
Artinya, terdapat selisih signifikan antara hasil survei dan angka aktual.
Meski tahun ini survei memperkirakan penurunan sekitar 1,7 persen, pemerintah tetap bersiap maksimal.
Menhub memperkirakan periode pergerakan masyarakat bisa berlangsung hingga dua minggu, seiring panjangnya masa libur dan penerapan FWA.
Dengan kondisi tersebut, jumlah pergerakan tahun ini diprediksi berpotensi mendekati realisasi tahun lalu.
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat agar:
-
Merencanakan perjalanan mudik dengan matang
-
Memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak
-
Menghindari keberangkatan pada puncak arus mudik dan balik
-
Memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan prima sebelum bepergian
Partisipasi aktif dan kedisiplinan masyarakat dinilai menjadi kunci sukses penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.
“Dengan dukungan semua pihak, kami berharap angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan selamat, aman, dan nyaman,” tegas Dudy.