Ekonomi . 16/02/2026, 19:26 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Tradisi Pasar Ramadan atau bazar juadah di Pontianak kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan selama bulan suci. Aktivitas yang berlangsung sejak awal puasa hingga menjelang Idulfitri ini bukan sekadar ruang jual beli, tetapi juga menjadi denyut perputaran uang di tingkat lokal.
Salah satu titik keramaian terlihat di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Di lokasi tersebut, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam bazar Ramadan 1447 Hijriah yang digelar sejak awal Februari hingga pertengahan bulan puasa.
Tercatat 104 UMKM membuka lapak, dengan 86 di antaranya menjajakan makanan dan minuman untuk kebutuhan berbuka puasa. Ragam takjil, lauk siap saji, hingga minuman segar menjadi incaran warga setiap sore menjelang azan Maghrib.
Ruang Produktif dan Perputaran Uang Lokal
Bazar Ramadan menjadi momentum strategis bagi pedagang kecil untuk meningkatkan omzet. Lonjakan permintaan pada jam-jam berbuka menciptakan peluang pendapatan yang lebih tinggi dibanding hari biasa.
Selain menjadi wadah transaksi, pasar juadah juga menghadirkan interaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen. Dari interaksi ini, pedagang dapat membaca selera pasar, menguji produk baru, hingga memperluas jaringan pelanggan.
Aktivitas ekonomi tersebut mendorong perputaran uang di komunitas lokal, sekaligus memperkuat eksistensi produk-produk khas Pontianak di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
Jaga Daya Beli dan Stabilitas Harga
Tak hanya memberi manfaat bagi pedagang, pasar Ramadan juga berdampak pada konsumen. Pemerintah daerah menggelar operasi pasar murah di sejumlah titik, termasuk di sekitar Masjid Raya Mujahidin, guna menyediakan bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan harga lebih terjangkau.
Langkah ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan. Stabilitas harga di pasar tradisional Pontianak relatif terjaga meskipun permintaan meningkat signifikan selama Ramadan.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Penguatan ekonomi Ramadan juga melibatkan sektor swasta. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalbar misalnya, menggelar program “Pasar Murah Berkah Ramadan” dengan menyediakan paket sembako bersubsidi.
Dalam satu kegiatan, sebanyak 1.000 paket bahan pokok dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam. Antusiasme warga menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat.
Tingkatkan Daya Saing UMKM
Keberadaan bazar Ramadan juga membuka peluang branding bagi UMKM lokal. Pelaku usaha dapat memperkenalkan inovasi produk, kemasan, hingga strategi promosi yang lebih adaptif terhadap tren pasar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media