Pendidikan . 16/02/2026, 14:26 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Saat ini, UI masih berada di bawah 200 besar dunia dalam berbagai lembaga pemeringkatan internasional. Posisi tersebut dinilai belum mencerminkan potensi akademik dan riset yang dimiliki Indonesia sebagai negara besar.
Menurutnya, peningkatan peringkat tidak hanya soal gengsi, tetapi juga berdampak pada:
Daya tarik mahasiswa internasional
Kerja sama riset global
Investasi pendidikan
Reputasi lulusan di pasar kerja dunia
Purbaya mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi nasional, khususnya UI.
Presiden menargetkan agar UI mampu menembus 100 besar dunia dalam waktu secepat mungkin.
Target ambisius tersebut dinilai realistis apabila didukung oleh:
Pendanaan riset besar
Infrastruktur pendidikan modern
Kolaborasi industri global
Rekrutmen profesor kelas dunia
Publikasi ilmiah bereputasi tinggi
Pendanaan LPDP menjadi salah satu instrumen utama untuk mempercepat pencapaian target tersebut.
Dukungan Rp100 miliar ke Fakultas Teknik UI bukan langkah tunggal. Pemerintah tengah menyiapkan strategi jangka panjang penguatan pendidikan tinggi melalui dana abadi, meliputi:
Pendanaan riset prioritas nasional
Beasiswa S2 dan S3 dalam dan luar negeri
Endowment fund kampus
Matching fund dengan industri
Hilirisasi inovasi kampus
Pendekatan ini bertujuan agar kampus tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi nasional.
Jika pendanaan dimanfaatkan optimal, manfaatnya akan dirasakan luas, antara lain:
Mahasiswa mendapat akses riset teknologi terbaru
Dosen memperoleh dana penelitian lebih besar
Industri mendapat mitra inovasi
Startup teknologi kampus tumbuh
Lulusan lebih kompetitif global
Fakultas Teknik sebagai penghasil insinyur dan inovator menjadi kunci dalam transformasi industri Indonesia menuju era teknologi tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media