fin.co.id - Upaya pemulihan Sungai Cisadane pascapencemaran pestisida terus berlanjut. Komunitas Banksasuci Foundation menggelar aksi pelarutan 20 ton cairan eco enzyme di wilayah perbatasan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.
Langkah ini merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama relawan dengan melarutkan 1.500 liter cairan serupa.
Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menjelaskan bahwa cairan yang ditebar merupakan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang diolah bersama molase selama satu tahun.
"Cairannya berwarna cokelat dengan aroma asam manis. Fungsinya untuk membantu menetralisasi sisa-sisa pestisida sekaligus memperbaiki kejernihan air," ujar Ade dikutip, Selasa, 17 Februari 2026.
Ade menegaskan, aksi ini menjadi ikhtiar awal komunitasnya untuk menormalkan kembali kualitas air Sungai Cisadane yang sempat terpapar limbah kimia. Menurutnya, pemulihan ekosistem sungai memerlukan penanganan yang komprehensif.
Selain penebaran eco enzyme, Banksasuci juga melakukan langkah-langkah pendukung, mulai dari pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium hingga advokasi publik melalui aksi simpatik.
Sebagai indikator pemulihan ekosistem, pihak komunitas juga menebar sekitar lima ton ikan di aliran sungai tersebut.
"Upaya-upaya tersebut kami lakukan agar ekosistem Cisadane bisa kembali pulih dan berfungsi sebagaimana mestinya," kata Ade.
Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian sungai, informasi mengenai pengolahan limbah organik dapat dipantau melalui laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).