Mencari Keberuntungan di Tahun Kuda Api, Umat Tionghoa Padati Kelenteng Tertua di Tangerang

news.fin.co.id - 17/02/2026, 17:09 WIB

Mencari Keberuntungan di Tahun Kuda Api, Umat Tionghoa Padati Kelenteng Tertua di Tangerang

Sejak Senin malam hingga Selasa (17/2/2026) siang, ribuan umat Tionghoa silih berganti memadati klenteng tertua di Tangerang ini. (rfh)

fin.co.id -  Wangi aroma hio menyeruak di antara kepulan asap tipis yang menyelimuti pelataran Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang. Sejak Senin malam hingga Selasa (17/2/2026) siang, ribuan umat Tionghoa silih berganti memadati klenteng tertua di Tangerang ini untuk menyambut Tahun Baru Imlek yang kali ini bersimbol Kuda Api.

Humas Klenteng Boen Tek Bio, Soey Hong—atau yang akrab disapa Mpe Hong—memperkirakan sebanyak 5.000 hingga 7.000 jemaah hadir dalam rangkaian perayaan tahun ini. Mereka datang dengan satu tujuan: memanjatkan syukur dan harapan di hadapan 15 altar dewa yang berjejer khidmat.

"Umat datang untuk menyalakan hio dan bersujud kepada Tian (Tuhan), Buddha, serta para dewa. Ini adalah tradisi turun-temurun untuk menjaga koneksi spiritual," ujar Mpe Hong saat ditemui di sela-sela kesibukannya memantau Protokol Peribadatan di Boen Tek Bio.

Filosofi Api dan Ketangkasan Kuda

Advertisement

Tahun Kuda Api dalam zodiak Tionghoa kali ini membawa pesan yang mendalam. Elemen api yang bertemu dengan sifat dasar kuda yang enerjik dimaknai sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus peluang.

Menurut Mpe Hong, karakter "api bertemu api" menuntut setiap individu untuk lebih mawas diri. "Ini tahun yang panas, artinya kita harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjalani kehidupan. Kedekatan kepada Sang Pencipta menjadi kunci untuk meredam ego," tambahnya.

Meski penuh tantangan, Tahun Kuda Api juga menyimpan optimisme. Kuda dikenal sebagai simbol kecepatan dan ketangguhan. Keberuntungan diyakini akan memihak kepada mereka yang mampu bekerja secara profesional, tekun, dan bergerak cepat menangkap peluang usaha di tengah persaingan yang kencang.

Doa di Balik Asap Hio

Di balik ritual sujud yang dilakukan umat, tersimpan beragam harapan manusiawi. Mpe Hong menuturkan bahwa tidak ada rumusan doa yang baku dalam tradisi ini.

"Yang muda biasanya berbisik meminta jodoh, sementara para pengusaha memohon kelancaran niaga. Semua disesuaikan dengan pergumulan hidup masing-masing," katanya.

Rangkaian ibadah di Klenteng Boen Tek Bio diprediksi akan terus berlangsung hingga hari ketiga Imlek. Namun, kemeriahan belum akan usai. Puncak perayaan baru benar-benar akan mencapai titik akhirnya dua pekan mendatang, saat lampion-lampion kembali menyala terang dalam tradisi Perayaan Cap Go Meh.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.