Internasional . 17/02/2026, 14:52 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Respons yang mengejutkan datang dari António Guterres.
Sekretaris Jenderal PBB ini secara terbuka memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kehadiran dan komitmen Indonesia.
Guterres juga melontarkan pernyataan tegas mengenai situasi di Tepi Barat yang ia nilai telah secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
PBB memandang sangat penting bagi negara-negara Muslim, terutama Indonesia, untuk memainkan peran konstruktif dalam Board of Peace.
Kehadiran Indonesia dianggap mampu memberikan keseimbangan krusial dalam setiap pengambilan keputusan global yang berkaitan dengan isu perdamaian dan keamanan.
Selain membahas isu Palestina yang mendesak, kedua pemimpin ini juga bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan dan pembangunan global yang semakin kompleks.
PBB melihat Indonesia bukan lagi sekadar sebagai anggota biasa, namun telah menjelma menjadi pilar penting dalam penguatan sistem multilateral untuk menghadapi tantangan strategis di masa depan.
Pertemuan bersejarah ini mengirimkan pesan FOMO kepada negara-negara lain: jangan sampai terlambat dalam mendukung perdamaian dunia jika tidak ingin kehilangan relevansi diplomasi.
Dengan keberanian Menlu Sugiono yang mengemuka di New York, Indonesia resmi memperkokoh posisinya sebagai pemimpin moral dalam perjuangan kemerdekaan Palestina dan penegakan hukum internasional yang berkeadilan.
Kini, seluruh dunia menanti jawaban atas pertanyaan besar: apakah langkah berani melalui Board of Peace ini akan segera membuahkan hasil nyata di lapangan? - Anisha Aprilia/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media