fin.co.id - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno atau biasa disapa Bang Doel menegaskan, praktik parkir liar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah mulai ditertibkan. Hal ini disampaikan di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, 18 Februari 2026.
Jalanan di sekitar Pasar Tanah Abang kerap dipakai untuk parkir kendaraan pengunjung, terutama saat momen Ramadan hingga Idul Fitri, yang selalu membuat kawasan tersebut padat pembeli. Kondisi ini kerap menimbulkan kemacetan cukup parah.
"InsyaAllah jukir (juru parkir) di Tanah Abang sudah mulai ditertibkan," kata Rano.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami situasi di awal Ramadan, di mana kendaraan pengunjung biasanya meluber hingga ke jalan raya.
"Marilah kita pahami ini awal-awal Ramadhan biasanya seperti itu," ujarnya.
Di sisi lain, Rano menyoroti geliat ekonomi di Pasar Tanah Abang yang kembali membaik. Ia mengapresiasi kreativitas para pedagang, termasuk ibu-ibu yang kini memasarkan dagangan melalui platform digital seperti TikTok.
"Bahagia saya. Orang ke pasar Tanah Abang tahu mau belanja apa tidak, rame. Bahkan ibu-ibu yang jualan sekarang udah pakai jualan pakai TikTok," ucapnya.
Polisi Amankan Juru Parkir Liar
Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengamankan delapan jukir liar di empat titik kawasan Pasar Tanah Abang, yakni:
-
Depan Blok F
-
Depan Pasar Blok A
-
Depan Mall Thamrin City
-
Di seberang Hotel Caravan
Para jukir liar diketahui mematok tarif parkir hingga Rp100 ribu per kendaraan.
“Kami telah mengambil tindakan terkait video viral jukir meminta uang parkir sebesar Rp 100 ribu. Dari delapan yang kita amankan ada satu jukir yang viral,” jelas Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo pada Selasa, 17 Februari 2026.
Dhimas menambahkan, para jukir diamankan karena dugaan pemerasan terhadap pengunjung. Jika terbukti, mereka akan dijerat pasal pidana. Jika tidak, sanksi yang diterapkan berupa pembinaan dan wajib lapor.
“Kami juga masih menunggu pemeriksaan urine para jukir apakah mereka urine mereka positif atau tidak konsumsi narkoba,” pungkas Dhimas.
Cahyono/Disway