Update Longsor PT IMIP Morowali: BNPB Konfirmasi Satu Pekerja Tewas dan Alat Berat Tertimbun

news.fin.co.id - 20/02/2026, 11:30 WIB

Update Longsor PT IMIP Morowali: BNPB Konfirmasi Satu Pekerja Tewas dan Alat Berat Tertimbun

BNPB mengonfirmasi satu pekerja tewas akibat longsor di area operasional PT IMIP Morowali.Foto:RRI

fin.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rincian terbaru terkait musibah tanah longsor yang melanda kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali. Insiden yang terjadi di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi tersebut dipastikan merenggut nyawa seorang pekerja dan merusak sejumlah infrastruktur operasional.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah menyelesaikan proses evakuasi di lokasi kejadian. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan area operasional kembali stabil guna mencegah pergerakan tanah susulan.

"Kami mengonfirmasi bahwa seorang pekerja ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor. Selain korban jiwa, beberapa unit alat berat juga dilaporkan ikut tertimbun saat peristiwa terjadi," ungkap Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat 20 Februari 2026.

Identifikasi Korban Selesai

Advertisement

Tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi korban dan segera melakukan proses identifikasi. Berdasarkan pembaruan data per Kamis (19/2), jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga setelah seluruh prosedur pemeriksaan tim medis selesai.

Proses evakuasi alat berat yang tertimbun juga dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Petugas di lapangan mempertimbangkan aspek keamanan mengingat struktur tanah di lokasi longsor dilaporkan masih dalam kondisi yang cukup labil akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Audit Keselamatan Kawasan Industri

Menindaklanjuti kejadian ini, BNPB mendorong pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri untuk melakukan langkah-langkah mitigasi yang lebih ketat. Koordinasi intensif terus berjalan guna memastikan penanganan darurat dan pembersihan material longsor tidak mengancam keselamatan pekerja lainnya.

Pihak berwenang kembali mengingatkan para pengelola industri di wilayah rawan, khususnya di lereng-lereng perbukitan Bahodopi, untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Audit berkala terhadap kondisi tanah di area operasional menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID