Ekonomi . 21/02/2026, 15:09 WIB

Jangan Tergiur Harga MURAH! Ini Tips Membeli Rumah Baru agar Terhindar dari Risiko Banjir dan Bencana

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Kini Anda tidak perlu menebak-nebak. Pemerintah sudah menyediakan peta risiko bencana yang bisa diakses publik.

Salah satunya adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui aplikasi InaRISK. Anda cukup memasukkan lokasi calon rumah, lalu sistem akan menampilkan skor risiko bencana seperti banjir, gempa bumi, hingga tanah longsor secara spesifik.

Selain itu, Anda juga bisa mengecek Zona Nilai Tanah (ZNT) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk mengetahui peruntukan lahan sebenarnya.

Langkah ini penting agar Anda tahu apakah lokasi tersebut memang diperuntukkan sebagai kawasan permukiman atau justru area resapan dan konservasi.

  1. Jeli Membaca Tanda-tanda Geologis

Jika Anda melirik rumah di daerah perbukitan, waspada terhadap tanda-tanda tanah tidak stabil.

Perhatikan:

  • Pohon atau tiang listrik yang miring

  • Retakan di jalan aspal

  • Dinding penahan tanah yang mulai renggang

Tanah yang bergerak perlahan (creeping) sering kali menunjukkan gejala awal longsor. Jangan abaikan retakan kecil, karena itu bisa menjadi indikasi masalah besar di kemudian hari.

  1. Cek Dokumen Amdal dan IMB/PBG

Pengembang yang kredibel wajib memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta izin mendirikan bangunan yang kini dikenal sebagai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Pastikan:

  • Lahan tidak berada di jalur hijau atau kawasan konservasi

  • Status tanah jelas dan legal

  • Tidak ada sengketa lahan

Perumahan yang melanggar tata ruang sering kali menghadapi masalah sistemik di masa depan, mulai dari banjir kiriman hingga persoalan hukum.

  1. Pilih Perumahan dengan Konsep Mitigasi Bencana

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com